Banyak artikel yang menjelaskan tentang cara-cara untuk kaya atau memiliki duit yang banyak. Namun masih sedikit yang menjelaskan tentang mengapa seseorang masih juga belum diberi harta yang lebih banyak dari sebelumnya. Untuk itu berikut coba kita gali beberapa hal mengapa seseorang belum juga mendapatkan pendapatan yang lebih besar dari sebelumnya secara signifikan.
Ketika bisnis sudah mulai tumbuh, pada waktu itu sudah saatnya untuk mengambil pegawai. Karena tentu saja bahwa dengan adanya pegawai, maka berbagai pekerjaan yang selama ini kita handle sendiri bisa didelegasikan ke pegawai tersebut. Dengan mendelegasikan pekerjaan ke pegawai, waktu yang kita Maliki menjadi lebih banyak sehingga dapat digunakan untuk melakukan pekerjaan strategis. Istilahnya naik pangkat atau level.
Ada berbagai cara strategi di dalam mengembangkan bisnis kuliner. Ada strategi yang mengedepankan layanan service berupa tempat yang enak dan nyaman untuk menikmati makanan yang disajikan. Adapula strategi yang mengedepankan pada rasa sehingga walaupun tempatnya kurang nyaman tetapi pembeli tetap saja datang karena memang rasanya cocok di lidah. Semua strategi tergantung pada orientasi pikiran pemiliknya.
Sebuah usaha yang berkonsep padat karya seakan berbenturan dengan sebuah usaha yang berkonsep industri. Kita ketahui bahwa usaha yang berkonsep industri adalah mengedepankan penggunaan mesin untuk menunjang produksinya. Penggunaan mesin disinyalir dapat menurunkan ketergantungan terhadap manusia dalam produksi. Sehingga dapat mengurangi cost pemanfaatan manusia sebagai tenaga kerja. Dengan menggunakan mesin produksi, pekerjaan jadi lebih efektif, efisien, presisi, dan dalam tempo waktu yang jauh lebih cepat. Namun penggunaan mesin menjadi kontra produktif terhadap nilai-nilai sosial budaya yang seharusnya sebuah industri harus bisa menyerap tenaga kerja.
Sebuah perusahaan harus memiliki visi dan misi. Sehingga dengan visi dan misi yang jelas maka tujuan dari didirikannya sebuah perusahaan pun juga jelas.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan usaha yang berkesinambungan dan sesuai dengan rule yang telah digariskan. Sekali melenceng dari Rel yang telah digariskan dapat mengakibatkan keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan untuk mencapai target target yang telah ditentukan. Untuk itu perlu ketegasan dan komitmen yang kuat dari para decision maker untuk mengawal setiap langkah yang diambil agar sesuai dengan tujuan yang dicanangkan.
Mungkin pernah terbetik di benak Anda keinginan untuk menikah lagi. Atau jangan-jangan malah sering dan sudah mengakar keinginan tersebut? Bayangannya bahwa menikah lagi itu enak. Ada rasa kebanggaan dimana anda memiliki kelebihan dibandingkan orang lain. Ketika orang lain istrinya hanya satu sedangkan Anda setidaknya memiliki dua istri. Bukankah itu kebanggaan?
Atau mungkin juga ada sensasi lain. Pikiran sederhananya jika bosan dengan istri pertama atau dimarahi istri pertama, maka bisa dengan mudah tinggal loncat ke istri kedua. Bukankah itu kesenangan?
Suatu saat anda mengikuti sebuah seminar bisnis, hadirlah disitu coach-nya adalah seorang lelaki muda perkiraan umur 30 tahunan, seorang pengusaha sukses dengan memiliki banyak perusahaan besar dengan tampang keren dan parlente.
Apa yang terpikir di benak anda saat dikasih tau bahwa pemuda keren ini telah sukses. Bahwa dia sudah berbisnis sejak umur 7 tahun ?
Jawabannya mungkin banyak. Tapi kesemuanya di benak kita adalah pikiran bahwa dia dari umur 7 tahun sampai dengan umur 30 tahun ada di garis edar seorang pebisnis. Diantaranya adalah kita berpikir bahwa :
Kita harus bersyukur dimanapun kita berada dan posisi apapun kita. Walaupun jabatan kita tinggi atau rendah atau tidak terlalu menarik bagi kita, kita hendaknya harus selalu bersyukur. Selama ini untuk bersyukur selalu harus identik dengan jabatan yang mentereng, atau gaji yang tinggi, atau bisnis yang sukses, atau segala sesuatu yang memang layak untuk disyukuri.
Hidup memang tidak mulus-mulus saja. Selalu akan ada saja halangan atau cobaan dalam kita menjalani hidup ini. Demikian juga di dunia kerja bisa saja kita dapati teman kerja kita yang rese. Suka berbuat onar atau bahkan menebar fitnah yang dapat merugikan kita misalnya. Atau adu-adu melaporkan kepada Bos tentang sesuatu yang kita tidak melakukan tapi dia katakan bahwa kita melakukan.