mesin produksi bukan pengganti manusia



Sebenarnya kalau kita mau sedikit jeli, Insyaallah dengan konsep industri pun tidak akan mengurangi peran tenaga kerja manusia. Saya berikan contoh adalah salah seorang kolega saya yang bergerak di bidang industri makanan. Saat memulai usahanya dia sangat bergantung kepada tenaga kerja manusia. Sehingga semakin besar usahanya maka semakin banyak pula lah tenaga kerja manusia yang harus direkrut dan diberdayakan.
 
Namun seiring waktu, dengan memanfaatkan tenaga kerja manusia semakin menyebabkan berbagai permasalahan. Diantaranya permasalahan tersebut adalah permasalahan human problem, kualitas produk, dan efisiensi. Dengan permasalahan tersebut owner memutuskan untuk mengalihkan system produksi dari tenaga manusia menjadi tenaga mesin. Sehingga dengan demikian kualitas dan kuantitas produksi bisa dikontrol lebih baik. Tentu saja resikonya adalah menghilangkan tenaga kerja manusia dari proses produksinya.
 
Namun owner berkomitmen untuk tidak mem-PHK karyawannya. Karena owner berkomitmen untuk tetap menjadikan perusahaannya bermanfaat bagi orang banyak. Dan salah satu caranya adalah dengan menyerap tenaga kerja.
 
Akhirnya owner memiliki ide yaitu dengan cara memperluas cakupan usahanya. Caranya adalah dengan membuka gerai gerai baru agen untuk menjual produknya langsung ke customer. Gerai gerai baru inilah yang dijadikan ujung tombak untuk menyerap tenaga kerja. Jadi konsepnya adalah untuk produksi tetap dialihkan menggunakan tenaga mesin, sementara untuk penjualannya menggunakan tenaga manusia. Awalnya pabriknya hanya berkonsep menyuplai produk untuk dijual oleh agen atau distributor yang notabene adalah merupakan pihak lain.
 
Namun seiring pengurangan tenaga manusia di bagian produksi dimana digantikan dengan tenaga mesin, akhirnya owner menyalurkan tenaga kerja manusia ke bagian penjualan langsung (agen) ke customer akhir. Dan ternyata Ide ini cukup sukses tanpa menyebabkan resistensi dari para karyawannya. Sementara itu dari sisi pendapatan juga meningkat karena mendapatkan pemasukan dari 2 pos sekaligus yaitu pos produksi dan pos distributor.
 
Semoga sedikit tips ini bisa bermanfaat bagi anda Para pemilik pabrik dalam mengelola manajemen SDM nya.