Saya dulu ketika kuliah juga sering ditertawakan lho saat setor garapan dan asistensi ke dosen. Ya karena kerjaan saya yang memang jelek.Tidak sesuai standar. Akibatnya sampai bertahun-tahun saya seringkali minder untuk tampil. Mau kerja ini malu dan takut gagal, mau kerja sana juga takut.

Mengapa seseorang itu malu ? Jawabannya adalah karena ada sesuatu yang ditakutkan. Padahal belum tentu juga jika itu terjadi semenakutkan yang dibayangkan sebelumnya.

Misalnya anda di depan kelas. Lalu anda salah, kemudian bikin seisi kelas tertawa. Apakah anda malu ? Iya malu... Dan andapun takut terhadap kejadian ini. Karena mindset anda sudah dari awal mengatakan bahwa hal itu menakutkan atau memalukan. Benar tidak ?

Coba misalnya anda di depan kelas dalam keadaan ditertawakan teman-teman anda, kemudian malah anda membusungkan dada, lalu bulatkan bibir anda biar senyum, lalu dongakkan kepala anda, sukur kalau malah anda ikutan tertawa dan lonjak-lonjak menikmati suasana, apa kira-kira yang akan terjadi ?

Ya jiwa anda serasa lepas. Nyaman sekali. Rasanya melayang. Itulah mindset. Bayangkan anda telah mampu membuat seisi kelas bahagia karena anda. Senang kan ? Bukankah pelawak malah sedih saat aksinya tidak mengundang tawa ? Anda perlu sekali-kali mengambil sudut pandang posifit dari kejadian di atas panggung yang menurut anda memalukan. Ya memalukan karena kadung stigma di benak anda adalah negatif.

Jadi lepaskan saja beban anda, nikmati setiap ruas pengaruhnya pada tubuh dan pikiran anda.

Demikian juga ketika anda malu untuk tampil karena ada teman yang memperhatikan.

Berikut beberapa tips agar mengurangi rasa malu ketika tampil dan disana ada teman yang memperhatikan :

1. Tanamkan dalam diri bahwa teman anda tersebut dulunya juga bukan teman. Mengapa sesudah jadi teman malah jadi malu sama dia ? Ini adalah perkara yang aneh. Tanamkan dalam diri anda saat in bahwa anda ketika tampil ini mewakili diri anda sendiri. Anda perlu mengekspresikan diri anda sendiri. Tidak ada teman dalam hal ini. Semua mereka yang dihadapan anda adalah sama.

2. Pikirkan ini : Apa sih kira-kira efek terburuk ketika kita dipermalukan misalnya ? Paling banter tidak terjadi apa-apa. Apakah organ tubuh kita berkurang ? Apakah akan membuat kita pingsan ? Mati ? TIdak kan ? Bahkan tidak ada yang sakit sama sekali. So mengapa itu begitu menakutkan ? Terus tanamkan ke dalam diri anda bahwa dipermalukan orang itu menyenangkan. Banyak hal positif yang bisa di ambil. Banyak ilmu baru disana. Kita jadi tau kesalahan kita misalnya. Untuk kemudian bisa kita perbaiki di masa yang akan datang.

Semoga sedikit menginspirasi.