Saya kasih contoh misalnya, anda pernah berbuat sesuatu yang membuat anda menjadi bahan tertawaan seisi ruangan. Ide anda dianggap konyol oleh semua orang dan ketika anda menunjukkan ke semua orang, ternyata benar ide tersebut tidak jalan sebagaimana yang anda harapkan. Bukannya berkembang tapi malah membuat kelucuan-kelucuan sehingga ditertawakan banyak orang. Dan andapun malu setengah hidup.

Maka wajar anda menjadi sangat malu dan memutuskan untuk berhenti dengan ide anda. Anda hilang kepercayaan diri dan berhenti untuk berusaha mewujudkan ide tersebut lagi. Karena malu ini anda tidak lagi berpikir untuk memperbaiki mana yang keliru atau salah formulanya, tetapi justu berhenti.

Saya kira berhenti bukanlah ide yang tepat. Karena ketahuilah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak pernah berbuat kesalahan. Bahkan tidak hanya sekali, manusia akan terus berbuat kesalahan. Manusia adalah tempatnya salah dan lupa.

Jadi saran saya, berhentilah berusaha mewujudkan sesuatu yang baik karena berbuat salah yang memalukan, selama ide yang hendak diwujudkan tersebut baik dan tidak bertentangan dengan syariat, maka merupakan tindakan yang tidak tepat jika anda terus meneruskan. Jangan bohongi hati kecil anda tentang betapa inginnya anda mewujudkan ide tersebut.

Kenapa anda berhenti karena rasa malu ? Jawabannya adalah karena kita berpikir negatif. Seakan menjadi orang paling bersalah sedunia. Merasa diri anda adalah satu-satunya orang yang berbuat kesalahan. Hanya karena orang-orang mentertawakan anda secara kompak, bukan berarti mereka semua tidak pernah berbuat kesalahan juga. Hanya kita belum tau betapa mereka masing-masing juga sama memalukannya dengan kita seandainya kita mengetahui. Jadi sama saja kita dengan mereka. So, buat apa malu ?

Selain itu kita harus mengilmui dan menanamkan kuat-kuat dalam benak kita, bahwa rasa malu karena pernah gagal merupakan salah satu godaan setan agar kita berhenti beramal terbaik. Setan tidak ingin kita maju dan berkembang. Dan salah satu godaannya adalah dengan cara menggoda dari sisi malu.

Di atas juga disebutkan bahwa manusia itu tempatnya salah dan lupa. Jika semua orang sekarang mentertawakan kita saat ini, besok insyaAllah sudah lupa. Jadi buat apa malu kita terus berkepanjangan ? Kalaupun toh besok masih ingat, paling banter akan nge-judge kita dengan orang yang bandel. Tidak lebih. Tidak ada norma hukum yang bisa menjaring kita sebagai narapidana. Paling banter nge-cap kita sebagai orang yang freak. Jadi jelas sekali tidak ada alasan untuk malu berkepanjangan dan berhenti berkarya.

Kekeliruan kita yang lain adalah memandang orang sukses yang sering tampil di tivi-tivi yang diwawancarai karena kesuksesannya menganggap mereka adalah manusia setengah malaikat yang tidak pernah berbuat salah. Walaupun sudah didengung-dengungkan bahwa mereka dalam mencapai kesuksesan tersebut berkali-kali jatuh bangun antara sering salah, sering merasa malu atas idenya, dan sebagainya namun kita masih saja di benak pikiran terdalam kita menganggap mereka adalah orang yang selalu benar.

Padahal orang sukses itu bukan orang yang tanpa salah. Bukan pula orang yang lebih hebat dari kita, bahkan mungkin masih hebatan kita idenya. Hanya saja mereka jauh lebih tahan judgement orang daripada kita. Lebih tahan malu daripada kita. Dan mereka terus menjalankan usaha untuk menuju tangga lebih tinggi dalam menuju terwujudnya ide-ide mereka. Sementara kita gampang putus asa atau malu lalu berhenti.

Andapun bisa sesukses mereka sebenarnya, hanya saja anda harus terus berusaha mewujudkan impian anda tanpa kenal lelah. Terus yakin bahwa ide anda bisa diwujudkan entah cepat atau lambat. Allah akan melihat usaha kita. Ketika kita terus berusaha meskipun sering gagal dan malu, maka insyaAllah suatu saat akan dikabulkan keinginan kita.

Hidup ini sekali, dan kematian itu pasti mendatangi kita tepat waktu tidak akan maju dan tidak akan mundur sesuai dengan yang telah ditakdirkan-Nya. Jadi mengapa tidak anda maju saja terus dalam berusaha mewujudkan impian/ ide anda ? Toh melakukan ataupun berhenti berusaha mewujudkan ide tidak akan memajukan atau mengundurkan takdir kematian kita. Jadi lebih baik maju aja karena setidaknya bisa memuaskan hati yang hampa.

Demikian, semoga rasa malu pernah berbuat kesalahan tidak menghalangi kita untuk terus berkembang dan berusaha mewujudkan ide-ide kita.