Begini kisahnya.
Sebelum berkeliling, kita dikasih pembukaan oleh pihak yang menerima bahwa hari ini kita akan diajak keliling melihat proses kegiatan di Perusahaan ini. Nanti kalau sudah selesai berkeliling, silahkan berikan masukan dengan ide anda mana-mana proses yang menurut kalian masih kurang optimal. Dan silahkan memberikan masukannya.
Sesudah kita diberikan preview pembukaan tersebut, kitapun diajak keliling untuk melihat-lihat proses kegiatan yang dilakukan perusahaan. Kita diperkenalkan mulai dari awal mula pesanan masuk, yang rata-rata adalah merupakan bus-bus, kemudian proses desain, sampai dengan proses dempul, dan akhirnya finishing. Ternyata panjang juga ya proses karoseri itu. Kita menikmati dan mendengarkan panduan dari bapak pemandu yang merupakan penerima kita tadi.
Singkat cerita sesudah kita berkeliling sekitar 1 jam lebih kita masuk ke sebuah ruangan pertemuan. Disana kita dijamu dengan makanan. Walaupun tidak ada nasi, kita masih dikasih dengan makanan ringan snack dan kue. Namanya mahasiswa ya nggrangsang.
Abis diberi makan, pak pemandu meminta kita berbicara memberikan masukan atau ide untuk perusahaan mereka. Entah itu masukan untuk di sistemnya atau dimananya terserah kita. Tapi anehnya tidak ada satupun dari kita sejumlah 40 an mahasiswa ini yang berani ngomong. Beberapa kali pak pemandu meminta kita untuk ngomong. Tapi sekali lagi tak ada satupun yang angkat bicara. Sampai akhirnya pak pemandu meninggikan suaranya, sepertinya marah dia. Kita semakin mengkeret.
Saya sebenarnya ada 3 masukan tadi yang hendak saya sampaikan. Tapi karena saya keburu takut maka tak jadi menyampaikan. Toh semua yang lain juga diam. Saya cari selamat ikutan diam aja. Kadung si pak pemandu suaranya meninggi, entar klo saya salah, sayalah yang akan jadi kambing hitam. Ya udah ndak usah saja. Saya hanya diam di pojokan. Takut... seperti yang lain. Sebuah keputusan yang saya sesali sesudahnya.
Dari kisah ini artinya apa ?
Artinya bahkan Perusahaan besarpun masih membutuhkan ide fresh dari orang culun. Mungkin mereka sangat paham dan sangat menguasai sistem kerja di Perusahaan mereka. Tapi mungkin aja justru karena itu pikiran mereka jadi mandeg terpenjara oleh rutinitas sehingga tidak bisa mengeluarkan kreatifitas. Makanya membutuhkan diri kita yang culun ini untuk membantu mereka dalam menemukan hal yang perlu diperbaiki dari sistem kinerja di Perusahaan yang mereka jalankan.
Perusahaan-perusahaan besar dunia bahkan rela mengeluarkan biaya mahal demi menggaet orang-orang freak agar sedikit melongok ke dalam perusahaan mereka. Tujuannya tidak lain agar mendapatkan masukan dan ide baru agar perusahaan mereka berkembang atau setidaknya survive di tengah persaingan yang sangat ketat.
Oleh karena itu siapapun anda yang menekuni bisnis sebagai kritikus, atau pemberi saran, gak udah minder. Maju aja terus. Karena di luar sana begitu banyak hal yang bisa anda berikan masukan. Walaupun anda tidak memahami sistem kerja di bidang tersebut, tapi anda memiliki mata, telinga, dan juga hati. Kadang hati mereka mati loh karena kadung kebiasaan tiap hari yang dilakukan itu-itu saja. Menjalani rutinitas menjadikan mereka seperti robot. Disini butuh orang luar untuk memberikan ide yang lebih fresh.
Bahkan perusahaan-perusahaan di Luar Negeri biasa membayar mahal orang luar, seperti konsultan dan lain sebagainya untuk memberi mereka masukan atau ide keren demi peningkatan kinerja mereka. Kalo kita pandang sebenarnya konsultan seperti nggedabrus padahal. Tapi ndak masalah, dari sekian gedabrusan bisa jadi ada satu dua yang bagus.
Oleh karena itu kepahaman terhadap ilmu yang dipunyai oleh mereka bukanlah satu-satunya yang menjadi faktor penentu kesuksesan perusahaan dan jualan mereka. Mereka tetap butuh ide segar. Sudut pandang kita sebagai orang luar sering diperlukan oleh mereka untuk kinerja yang lebih baik.
Inilah salah satu alasan mengapa setiap periode waktunya, secara rutin perusahaan-perusahaan selalu mengadakan training untuk para pegawainya. Tidak lain dan tidak bukan adalah demi menumbuhkan kreatifitas, selain mengurangi kebosanan terhadap rutinitas. Sukur-sukur terjalin hubungan yang baik dengan konsultan sehingga menemukan ide baru dalam sistem yang ada di perusahaan mereka saat ini, maka itu yang diharapkan. Dengan ide tersebut dapatlah dilakukan perbaikan mana yang kurang tepat. Sehingga pada akhirnya meningkatkan kinerja Perusahaan dan produktifitas.
Be champions for newbie idea. Nggedabrus ora opo-opo.