Sekarang ini sudah jamannya dimana orang mulai banyak menggunakan software yang berbayar. Ada semacam norma sosial dimana lebih baik menggunakan softwar asli daripada software bajakan. Secara sanksi hukum dan larangan agama, jelas bahwa menggunakan software bajakan itu dilarang. Akan tetapi kebanyakan orang yang menggunakan software asli bukan karena Undang-undang atau agama yang memaksanya untuk memakai. Namun seperti ada norma sosial yang mesti dia tunaikan yaitu semacam ada tanggungjawab sosial untuk menggunakan software asli.
Dahulu, ketika saya masih kuliah, masih marak sekali orang yang lebih suka menggunakan software bajakan. Bahkan ketika ada onen-onen pakailah software asli, serasa onen-onen tersebut seperti mimpi karena saking biasanya orang memakai bajakan. Ketika menggunakan software, orang ya tahunya software itu gratis, tidak perlu beli. Dan setelah berproses sekian tahun akhirnya bisa juga sekarang ini orang lebih cenderung suka dengan yang asli.
Memang perkenalan orang Indonesia terhadap software dimulai dari bajakan dulu. Baru kemudian sekarang tahunya asli dan perlu bayar untuk lisensinya.
Di luar hal itu, masih ada orang yang menggunakan software bajakan. Alasannya beragam, berbeda antar individu. Ada yang memang merasa mendapatkan keasyikan tersendiri ketika menggunakan software bajakan, ada juga yang memang terpaksa. Nah yang terpaksa ini bisa dijadikan lahan pasar baru bagi pengembang software sebenarnya kalau mereka jeli. Gimana caranya ?
Caranya yaitu dengan menggratiskan saja kepada orang yang terpaksa tersebut. Namanya orang ndak mampu beli sementara dia punya hajat untuk ditunaikan tentu dia akan berupaya gimana alat untuk menunaikan hajatnya tersebut bisa dimilikinya meskipun dia tau tidak bisa menebusnya (dengan uang).
Orang-orang seperti ini tidak bisa dicegah dari penggunaan bajakan. Dia pasti akan nekad kalau dicegah. Jadi daripada saling nekad mengapa tidak digratiskan saja dan kemudian berteman.
Misalnya seorang yang pekerjaanya adalah freelance desain kelas bawah. Dimana setiap desain biasanya murah saja. Dia tidak sanggup beli software berlisensi. Akhirnya dia ambil secara gratis software bajakan karena memang terpaksa. Maka orang seperti ini gratiskan saja. Loh ?
Iya kasihkan gratis tapi ada syarat. Gratis kok ada syarat ? Iya tapi bukan syarat uang sebagai penukar. Tapi syarat lain.
Jadi idenya, sebuah perusahaan pengembang memberikan jalur khusus kepada orang-orang seperti itu untuk mendapatkan software gratis. Jalur ini adalah dengan mengisi form tertentu yang menyatakan benar-benar bahwa dia tidak mampu. Form ini tentu saja diisi dengan isian-isian yang menunjukan keaslian dirinya. Misal ada nomor yang bisa dihubungi, ada scan KTP, poto dengan memegang Surat pernyataan, dan juga hal-hal lain yang dibutuhkan.
Sesudah form tadi dia isi, maka lakukan verifikasi. Saya percaya setiap perusahaan sudah sangat paham bagaimana melakukan kegiatan verifikasi akan keaslian identitas seseorang dalam pengisian form. Nah sesudah statusnya verified, lanjutkan ke member area yang dia bisa download software yang dia butuhkan tersebut. Sudah, sesimpel itu.
Oya jangan lupa di surat pernyataan tadi ada klausul bahwa dia menyatakan siap membeli kalau sudah mampu nanti. Nah jadi deh orang ini menjadi calon pembeli meskipun tidak sekarang. Lalu prospek terus orang ini, kasih motivasi-motivasi yang di-broadcast dari nomor perusahaan. Supaya bisa bekerja keras, tau ilmu mencari uang lebih, dan mau suatu saat membayar software yang dia gunakan jika sudah punya uang.
Saya kira orang akan cenderung berbuat baik dan siap balas budi ketika dibaikin oleh orang lain. Bahkan bisa jadi akan ngasih lebih karena perasaan terimakasihnya sudah dibantu. Akan tetapi sebaliknya, jika dimusuhi biasanya orang akan cenderung membuat gap/ menjaga jarak dan juga pasang kuda-kuda untuk siap berperang.
Hal ini bisa dicoba bagi pengembang software atau produk digital. Kalau misalnya si pengguna software tidak mampu-mampu membeli atau menyalahgunakan kebaikan yang telah diberikan, ya apa boleh bua. Paling tidak perusahaan pengembang akan dapat pahala karena telah memberi kemudahan bagi orang lain. Sama sekali tidak akan mengurangi rejeki. Bahkan malah melipatgandakan rejeki. Percayalah.