Ketika kita mendengar ceramah agama, dimana sang ustadz yang berceramah menyebutkan dalil-dalil untuk jangan ambisi dunia, tapi orientasikan akherat, benar-benar membuat hati kita luluh tidak semangat lagi mencari dunia. Karena kita merasa bahwa mencari dunia itu adalah sesuatu yang bertentangan dengan mencari akherat. Seakan kita harus menjadi rahib yang mengkarantina diri di dalam masjid terus untuk persiapan akherat saja. Ini salah besar.
Ini adalah cara berpikir yang salah. Karena jika kita seperti itu, tentunya ada part yang kita justru malah meninggalkan perintah agama. Apa itu ? yakni mencari dunia itu sendiri. Karena sesungguhnya mencari dunia adalah perintah agama. Bahkan mencari nafkah hukumnya wajib. Bahkan bermalas-malasan dalam bekerja itu tidak boleh, bahkan meminta-minta itu tidak diperkenankan kecuali bagi orang yang membutuhkan. Bahkan tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah, darimana bisa memberi kalau tidak bekerja ? Bahkan menafkahi diri dengan cara memotong pohon di hutan kemudian di jual di pasar itu lebih baik dari meminta-minta. Bukankah ini semua perintah agama ?
Lalu berarti kontradiksi donk apa yang disampaikan oleh ustadz dalam ceramahnya seperti nasehat untuk jangan terlalu ambisi dunia. Bahwa dunia tidak lebih berharga dari bangkai kambing, bahwa dunia itu hina, dan lain sebagainya ?
Tidak. Sama sekali tidak.
Yang benar adalah makna dari yang disampaikan oleh ustadz tadi adalah PERBAIKILAH duniamu. Maknanya adalah perbaikilah dalam setiap muamalahnya. Contohnya adalah : jadilah pedagang yang jujur, jangan kurangi timbangan, jangan riba, jangan menipu, jangan culas, banyaklah sedekah, dan lain sebagainya. Itulah maknanya. Bukan malah meninggalkan dunia sama sekali. Justru kalau seperti itu malah ndak boleh.
Ini sebagai sedikit gambaran kali ini. Dan jangan salah paham lagi ya... Tetap semangat bekerja mencari nafkah. Jangan mau kalah sama orang kafir yang semangat bekerjanya luar biasa itu. Hanya saja kita modif dengan tidak menabrak larangan agama. Jangan lupa tinggalkan perdagangan ketika panggilan adzan berkumandang dari masjid. Karena saatnya beribadah. Nanti kalau sudah selesai ibadah, semangat berdagang lagi.
Mengapa saya tulis dan kritik disini ? Karena masih banyak kita yang berpikiran seperti itu. Sekali lagi maknanya adalah PERBAIKILAH CARA KAMU MENDAPATKAN DUNIA.