Kisi-kisi Artikel :
- Mengapa Amal Begitu Penting dalam Islam?
- Bentuk-Bentuk Amal
- Perlindungan di hari kiamat
- Perlindungan Dari Musibah
- Lebih Baik Memberi Daripada Menerima
Mengapa Amal Begitu Penting dalam Islam?
Anda tahu bahwa zakat, atau sedekah, adalah Rukun Islam Ketiga, sebuah ajaran utama. Menjadi amal dan menyediakan bagi yang membutuhkan adalah fitur penting dari karakter Muslim. Mengapa amal begitu penting?
Keberadaan Muslim dan non-Muslim yang kelaparan, miskin, lapar dan melarat yang tak terhitung jumlahnya di dunia menunjukkan perlunya ajaran penting ini untuk dipraktikkan. Muslim yang kaya mungkin tidak menyadari bagaimana kekayaan mereka dapat memperkuat seluruh komunitas. Bersedekah dengan benar sangat penting untuk kesejahteraan orang yang membutuhkan serta kebahagiaan utama orang kaya. Nabi menekankan prinsip ini berulang kali.
Bentuk-Bentuk Amal
Beberapa kategori amal yang berbeda didefinisikan dalam Islam, dua yang paling penting adalah zakat (amal wajib) dan sedekah (amal sukarela). Zakat adalah persentase standar tertentu dari kekayaan ekstra seseorang (melebihi kebutuhan hidup) yang harus diberikan kepada orang miskin dan mereka yang membutuhkan.
Sedekah dapat diberikan kepada siapa saja dalam berbagai bentuk termasuk senyuman, nasihat bijak, atau membantu membangun rumah atau masjid.
Nabi bersabda: “Senyummu untuk saudaramu adalah sedekah. Penghapusan batu, duri atau tulang dari jalan orang adalah sedekah. Bimbinganmu terhadap orang yang tersesat adalah sedekah.” (Bukhori)
Hadis lain menggambarkan pentingnya setiap bagian tubuh seseorang melakukan amal:
“Sedekah diwajibkan untuk setiap persendian pada setiap orang pada setiap hari matahari terbit: berlaku adil antara dua orang adalah sedekah; membantu seseorang dengan tunggangannya, mengangkatnya ke atasnya atau mengangkat barang-barangnya ke atasnya, adalah sedekah; perkataan yang baik adalah sedekah; dan menghilangkan sesuatu yang berbahaya dari jalan adalah sedekah.” (Al-Bukhari, Muslim)
Perlindungan di hari kiamat
Nabi bersabda: “Naungan orang beriman pada hari kiamat adalah sedekahnya.” (Al-Tirmidzi)
Pada hari ketika semua naungan lainnya akan hilang, Allah akan menaungi dan menaungi orang-orang yang bersedekah dan merawat orang miskin. Pengorbanan seorang muslim dalam kehidupan ini akan menjadi perlindungan mereka di hari kiamat.
Perlindungan Dari Musibah
Dengan mengorbankan sebagian kekayaannya dan memberikannya sebagai amal, individu tersebut menjamin perlindungan bagi diri mereka sendiri dari tragedi dan kemalangan.
Nabi berkata: "Berikan sedekah tanpa penundaan, karena itu menghalangi malapetaka." (Al-Tirmidzi)
Lebih Baik Memberi Daripada Menerima
Dianggap lebih baik memberi sedekah daripada menerimanya. Seseorang harus waspada terhadap berulang kali meminta dan mengambil dari dana sedekah dan zakat. Mereka yang menahan diri dari mengambil dana ini (agar lebih banyak yang tersisa untuk yang membutuhkan lainnya) akan disediakan oleh Allah dan dijadikan mandiri oleh-Nya.
Nabi berkata: “Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah (dia yang memberi lebih baik dari dia yang menerima). Seseorang harus mulai memberi terlebih dahulu kepada tanggungannya.
Dan sebaik-baiknya sedekah adalah yang diberikan oleh orang kaya (dari uang yang tersisa setelah pengeluarannya). Dan siapa pun yang menahan diri dari meminta bantuan keuangan kepada orang lain, Allah akan memberinya dan menyelamatkannya dari meminta kepada orang lain, Allah akan membuatnya mandiri. (Al-Bukhari)
Membebaskan orang yang terlilit hutang adalah sedekah
Nabi berkata: “Jika seseorang ingin Allah menyelamatkannya dari kesulitan di Hari Kebangkitan, dia harus memberikan lebih banyak waktu kepada debiturnya yang kekurangan uang, atau melunasi utangnya sama sekali.” (Muslim)
Jika seseorang berutang uang kepada Anda, itu dianggap sedekah jika Anda menunjukkan belas kasihan, memberi waktu lebih banyak kepada debitur untuk membayar kembali pinjamannya, atau bahkan membatalkan hutang orang tersebut. Jika sedekah merupakan naungan seseorang di hari kiamat, maka pembatalan hutang seseorang juga akan menjadi perlindungan.
Membantu keluarga yang membutuhkan
Diperbolehkan untuk memberikan sedekah kepada mereka yang membutuhkan dalam keluarga sendiri.
Nabi berkata: “Memberikan sesuatu kepada orang miskin membawa satu pahala, sementara memberikan yang sama kepada kerabat yang membutuhkan membawa dua: satu untuk amal dan yang lainnya untuk menghormati ikatan keluarga.” (Al-Tirmidzi)
Amal berfungsi sebagai cara untuk menghadirkan keadilan, keseimbangan, dan kebaikan bagi setiap masyarakat dan komunitas. Ini adalah harapan kami bahwa komunitas Muslim memenuhi tugas amal mereka dengan benar dan melakukan bagian mereka untuk menghilangkan kemiskinan di masyarakat di manapun.
