Secara tanpa sadar anda telah terjebak pada status sosialita yang mendikte anda.
Padahal kalau dipikir-pikir apa sih sebenarnya manfaat dari sebuah tas jinjing ? Sebenarnya fungsi nya sudah cukup selama masih bisa untuk tempat tempat menaruh duit, amplop buwuhan, atau kontak mobil. Untuk mendapatkannya bisa dicapai dengan sebuah tas dengan harga kurang dari Rp. 100.000, mengapa anda harus mengorbankan duit sampai jutaan bahkan puluhan juta? Anda telah disetel oleh status sosial anda sendiri. Bahkan jika adanya sekedar tas kresek bekas belanja di Indomaretpun sebenarnya sudah cukup sebagai pengganti.
Yang nampak anda wajib bergaya bak seorang selebritis atau raja di lingkungan dengan penampilan yang serba glamor, aksesoris seharga puluhan juta lengkap dengan jam mewah ratusan juta. Eit tunggu dulu, jangan lupakan pula pengorbanan anda ketika harus duduk manis selama 5 jam untuk persiapan dandanan menghadiri acara undangan tersebut yang bahkan acaranya tidak sampai setengah jam sudah buyar.
Sudah singkirkan itu semua. Tidak perlu menuruti gengsi. Gengsi itu adalah sesuatu yang abstrak yang bahkan seperti jerat tali yang mengikat leher anda. Mengapa tidak Anda lepaskan saja.
Seseorang bisa dengan antusias memakai pakaian yang sangat menyulitkan nya hanya karena pakaian tersebut merupakan desain dari seorang desainer ternama dunia. Bukankah kalau pakaian itu yang penting fungsional, menutup aurat, dan nyaman anda gunakan.
Saya sendiri sebenarnya merasa cukup risih melihat artis dan sosialita yang suka memakai sepatu hak tinggi. Betapa sulitnya dia jalan. Naifnya harga sepatu itu sangat mahal. Bagaimana mungkin seseorang membeli sebuah sepatu demikian mahal hanya demi rasa yang ketidaknyamanan ?
Gengsi itu sebenarnya hanya di mindset anda. Apapun yang anda pakai dan semurah apapun pakaian yang anda pakai selama bersih dan nyaman anda gunakan dan menutup aurat, setiap orang pasti akan respect. Syaratnya cukup sederhana, yang penting anda adalah seorang yang sukses.
Seorang pengusaha kaya raya yang memakai jam Rolex seharga miliaran, melihatnya orang akan respek. Namun orang kaya raya yang hanya memakai bahkan tanpa jam tanganpun (karena saking nyantainya dia) orang pun tetap akan respek.
Jadi semuanya hanya perkara mindset. Lalu buat apa gengsi. Jadilah pribadi yang ringan saja. Jangan memberat berat diri pada aksesoris yang begitu memberatkan. Yang penting fungsional sudah cukup.
Tak perlulah memakai mobil seharga 10 miliar kalau dengan mobil seharga 100 juta sudah cukup. Apalagi medannya sekedar Surabaya kota yang mobil mewah maupun sederhana pun tetap sama kecepatannya. Belum lagi misalnya kalau mogok karena banjir. Dimana ada bengkel pinggir jalan yang bisa memperbaiki ? Onderdilnya saja harus import inden 2 bulan.
Buang gengsi !