Dari pengertian di atas, saya bisa menambahkan : bahwa yang dimaksud dengan engagement adalah kedekatan hati dengan target market kita. Kalau di medsos tentunya ya hati yang dekat dengan friendlist kita atau mereka-mereka yang melakukan follow terhadap akun kita.
Biasanya seseorang yang melakukan kegiatan marketing berpikir bahwa dengan banyak follower atau banyak friendlist di akun sosmed-nya, mereka tinggal gampang jualannya. Tinggal broadcast saja selesai. Tapi kenyataan di lapangan tidak sesederhana itu. Karena di balik akun-akun yang menjadi follower atau friendlist kita tersebut adalah para manusia, bukan robot.
Manusia pasti menggunakan pertimbangan psikologis dalam membeli. Tidak serta merta akan mudah membeli ketika broadcast-an masuk ke mereka. Ada berbagai faktor yang menjadi pertimbangan mereka dalam membeli.
Salah satu faktor tersebut adalah engagement atau kedekatan hati. Manusia itu cenderung akan suka dengan teman-teman yang dirasanya sudah dekat. Misal teman dekat. Mereka akan memprioritaskan membeli kepada yang sudah dia kenal.
Lalu kenapa artis itu yang gak kenal, tapi banyak orang membeli lewat mereka? Jadi kalau seandanya artis tidak bermanfaat, tentu tidak ada bisnis endorsement.
Iya betul, tapi tahukah anda, bahwa artispun sebenarnya sudah dekat secara hati dengan pemirsanya. Maksudnya adalah : Artisnya mungkin tidak dekat (tidak kenal dengan siapa itu yang komen-komen di wall mereka), tetapi disisi lain pemirsa-nya sudah (merasa) dekat dengan artisnya. Tidak mungkin mereka akan follow artis tersebut kalau mereka tidak merasa dekat. Jadi ya tetap saja bermanfaat melakukan endorse lewat artis.
Selain itu, bahwa artis follower-nya sudah banyak. Jutaan atau puluhan juta. Setidaknya ratusan ribu. Itu adalah jumlah yang banyak. Taruhlah jelek-jeleknya ada 10 % saja minimalnya yang jadi jangkauan yang membaca statusnya, maka itu tetap saja merupakan jumlah yang cukup banyak.
Kalau kita memiliki follower masih kurang dari 10 ribu, baiknya perbaiki engagement kita. Karena seringnya kita sudah berpikiran layaknya artis yang menganggap mudah saja melakukan broadcast ke follower kita. Padahal tidak bisa seperti itu. Kita ini masih bukan siapa-siapa. Bagusnya bangun kedekatan dulu.
Caranya bagaimana ? Nikmati sosmed. Maksudnya ? Ya nikmati, medsos pada dasarnya dibuat oleh para pembuatnya bertujuan untuk berinteraksi dan membangun kedekatan dengan teman di sosmed tersebut. Maka manfaatkan fungsi tersebut.
Teruslah berinteraksi. Kalau di facebook ya bikinlah status-status. Bikin status yang enjoy aja, lalu selipi di sebagiannya memperkenalkan bisnis anda. Misal anda bisnis jualan sepatu, ceritakan aja suka duka anda sebagai penjual sepatu. Tiap satu sukanya anda berjualan sepatu ubah hal itu dengan menuangkannya ke satu postingan. Besoknya lagi bikin status biasa, besoknya lagi postingan satu sukanya anda berjualan (lagi) yang lain, besoknya lagi bikin status sepatu yang bagus, besoknya lagi bikin status model apa yang cocok dengan sepatu tertentu, besoknya lagi posting gambar sepatu paling keren, dan sebagainya. Jangan langsung posting jualan. Orang akan ilfil.
Sesudah itu jangan lupa untuk komen di wall teman-teman anda. Komen yang membangun kedekatan hati ya. Sekali waktu sambil guyon hubungkan komen yang menunjang bisnis anda.
Terus saja seperti itu. Dan jangan lupa untuk terus menambah teman dan bangun kedekatan. Terus saja. Fokus pada tujuan anda, cari teman yang banyak dan bangun kedekatan, alias engagement.
Demikian. Semoga sedikit membantu.