Apa saja perbedaannya ?
Perbedaan pertama : baru diketahui sesudah yang dikerjakan terlaksana.
Maknanya apa ?
Jadi begini, misal kita kasih contoh, seseorang yang sangat ingin menjadi seorang pengusaha restoran nasi padang misalnya. Dia seorang yang bukan berasal dari padang, tentu wajarnya tidak bisa masak nasi padang yang enak.
Sementara itu tempat usaha dimana dia rencanakan untuk membuka restoran, sudah banyak disitu warung nasi padang yang harganya lebih murah dari yang dia rencanakan. Apakah dia akan sukses dengan fakta seperti itu ? Orang-orang pada memperingatkan dia agar mengurungkan niatnya membuka restoran nasi padang di tempat tersebut.
Akan tetapi, orang ini tidak menggubris sekian nasehat dari orang-orang di sekitar dia.
Kira-kira orang ini teguh pendirian ataukah bandel ?
Orang-orang menasehatinya agar jangan buka nasi padang disitu. Orang-orang mengatakan bahwa bikin warung nasi padang di tempat itu berat persaingannya, sudah banyak usaha sejenis, apalagi menu yang dia patok harganya lebih mahal dari menu warung padang yang ada disekitar.
"Nanti uang modalmu akan hilang karena kamu bangkrut. Kamu tidak akan untung karena tidak akan ada yang beli !" begitu orang-orang menasehati.
Tapi orang ini sama sekali tidak menggubris nasehat-nasehat tersebut. Tetap aja dia berangkat bikin Restoran nasi padang. Dan akhirnya dia bukalah restoran nasi padang dengan modal awal dia 200 juta yang dia tanamkan untuk mendirikan restoran nasi padangnya. Berdirilah restoran nasi padang disitu.
Lalu bagaimana ? Sukses apa ndak ? hehe... poinnya bukan disitu, bukan di sukses ataukah tidaknya, tapi poinnya adalah bahasan kita pada penilaian terhadap orang ini. Apakah masuk kategori sebagai seorang yang teguh pendirian ataukah kategori orang yang bandel/ keras kepala ?
Ya tinggal persepsi kita memandangnya.
Pertama :
Jika kemudian dia sukses dimana restoran nasi padangnya laku keras bahkan sampai antri-antri, sudah pasti banyak orang yang mengatakan bahwa dia adalah seorang yang teguh pendirian, makanya bisa sukses. Teramat jarang, atau bahkan tidak ada orang yang mengatakan bahwa dia adalah seorang yang bandel, makanya sukses. Betul tidak ? Orang-orang yang sebelumnya menasehati dia agar mengurungkan niat dan mengatai bahwa dia adalah orang yang bandel tidak bisa dinasehati, kemudian berubah haluan jadi mengatakan dia adalah orang yang teguh pendirian. Atau setidaknya jadi terdiam sekarang.
Kedua :
Dilihat dari apa penyebab dia sukses ? Tentu saja penyebabnya dia pasti memiliki ilmu tertentu. Ada ilmu di balik alasan mengapa dia bisa sukses yang mungkin tidak diceritakan ke kita pada saat dia merintis. Apa ilmu itu ? Ilmu magis ? ataukah ilmu yang sihir ? Hehe... maaf bukan ranah kita membicarakan ilmu tersebut disini. Kita bahas ilmu-ilmu logis kauniyah saja.
Seperti berikut contoh ilmunya :
1. Bisa saja orang tersebut adalah seorang penikmat masakan padang. Dia paham bahwa masakan padang yang enak itu harusnya begini. Lidahnya sangat sensitif dengan menu nasi padang. Dia merasa warung padang selama ini tidak cocok di lidahnya, atau setidaknya kurang pas. Akhirnya dia bikin formula sendiri yang cocok di lidahnya. DIa cobakan ke teman-temannya sesama penikmat nasi padang, dan teman-temannya tersebut sepakat bahwa racikannya adalah yang paling nikmat.
2. Dia sangat paham bahwa di lokasi situ sudah banyak warung nasi padang, jadi dia berpikir tidak perlu susah-susah mengeluarkan biaya promosi untuk menarik orang ke tempat dia jualan. Wong sudah jelas disitu konsumennya orang yang biasa makan nasi padang. Pastinya suatu saat akan mencoba nasi padang bikinannya donk. Biasanya kan pembeli nasi akan repeat order ke tempat itu. Ketika ada varian restoran, mengapa tidak mencoba sekalian ?
3. Dia berpikir pake harga sedikit lebih mahal, tapi dibarengi dengan tempat yang nyaman, lebih bersih, pokoknya lebih berkelas lah. Selain rasa yang lebih enak, tentu tempat yang lebih nyaman membuat orang akan lebih betah. Jadi tidak melulu soal harga dalam berkompetisi. Dia secara sadar membuat deferensiasi berupa tempat yang lebih exclusive. Dan ini adalah ilmu beneran dalam dunia branding dan marketing. Dia manfaatkan ini. Jadi tidak melulu murah-murahan saja.
Dan akhirnya dia sukses dengan ilmunya ini. Mengapa tidak diceritakan ke kita di awal ? Karena beda persepsi. Kita sebagai pendengar (yang maaf, kurang ilmu) hanya fokus pada kegagalannya. Sehingga tidak sempat memperhatikan detil poin-poin yang akan menyebabkan kesuksesan ini. Jadi bagi dia buat apa berdiskusi wong mindset-nya sudah beda. Tentu berdiskusi dengan orang yang mindsetnya beda, akan susah mendapatkan titik temu. Atau yang ada malah menurunkan level semangat nya. Dan pada saatnya kesuksesan dia lah yang bisa membungkam kita semua.
Akhirnya orang-orang mengatakan bahwa orang ini adalah seorang yang teguh pendirian, makanya sukses.
Di awal tadi orang-orang mengatakan dia bandel. Sudah pasti wong belum terbukti. Sekarang sudah terbukti jadinya orang-orang mengatakan dia adalah orang yang teguh pendirian. Dan akhirnya malah diundang seminar dimana-mana menceritakan kesuksesan dia. Rejeki tambahan dapat order ngisi seminar, selain tentu saja rejeki utama dari berjualan nasi padang.
Dari gambaran cerita diatas sudah bisa dipahami kan dimana seseorang dikatakan sebagai seorang yang teguh pendirian dan dimana seseorang dikatakan sebagai orang yang keras kepala/ bandel ?
Iya, begitulah. Anda paham pastinya. Sukses dulu dan ilmui !
Jadi,
Bagaimana agar menjadi pribadi yang teguh pendirian ?
Pertama : anda harus sukses. Ya anda harus membuktikan dulu bahwa anda sukses. Ini tidak bisa sehari dua hari, tapi butuh lama berbulan-bulan bahkan bisa bertahun-tahun. Disini letak ketahanan dan kesabaran anda diuji beneran. Jika anda tidak sukses jangan harap anda disebut sebagai orang yang teguh pendirian. Ini syarat mutlak bagi anda.
Kedua : jangan jadi bonek alias bondo nekat alias ngawur. Anda harus punya ilmu. Jika tanpa ilmu, itu namanya anda bandel, alias keras kepala, alias ngawur, alias ndableg malah. 99 % anda akan gagal.
Ketiga : lanjutan dari nomor dua di atas, anda harus mengilmui benar keputusan yang anda jalankan. Jangan setengah-setengah ilmunya, sehingga dengan ilmu tersebut anda bisa meng-counter berbagai serangan dan juga bisa meneguhkan keyakinan dan kepercayaan anda sendiri ketika harus bertahan.
Ilmu anda harus benar-benar mapan dan dalam, meskipun anda tak perlu mengungkapkan dan meyakinkan orang yang menyerang anda tadi. Cukup buktikan dengan kesuksesan.
Pada saatnya ketika anda sudah sukses nanti, insyaAllah orang-orang pasti akan datang sendiri ke anda dan dengan senang hati mereka mendengarkan kesuksesan anda. Bahkan anda akan diundang ke acara mereka sebagai tamu kehormatan.
Anda akan dipersilahkan untuk menempati sebuah meja lengkap dengan kursi raja, camilan, kopi atau minuman lain, dan tentu saja bingkisan dan uang saku ketika anda pulang. Jangan lupa, di depan anda ada artis cantik yang mewawancarai anda dengan wajah semringah dan berbunga-bunga... Itu bonus untuk anda.
Hmmm... saya juga pingin jadi orang sukses jadinya.