Sehingga konsekuensinya tentu saja orang kafir tidak mengimani Al Qur'an, tidak percaya kabar-kabar yang disampaikan oleh Al Qur'an, tidak mau mengikrarkan persaksian bahwa Allah adalah satu-satunya Dzat yang disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah Nabi dan Rasul-Nya, dan juga tidak menganggap agama Islam sebagai syariat yang harus dianutnya.
Sebenarnya kalau kita jujur, dengan menjadi seorang pribadi yang konsisten dalam membaca dan menerapkan kebiasaan-kebiasan alam, mestinya kita akan menjadi makhluk beriman di muka bumi ini.
Apa maksudnya ?
Begini :
Coba perhatikan, dan tanyakan kepada diri sendiri, apakah nanti sore matahari akan tenggelam dan dunia berganti menjadi malam ? Pasti semua orang menjawab iya benar. Anda yakin ? Ya saya yakin 100 %. Kok berani yakin padahal sekarang masih siang dan jelas-jelas matahari masih di atas ubun-ubun kita ? Ya saya yakin, karena setiap harinya sejak jaman saya membuka mata ya seperti itu keadaannya. Saya yakin nanti sore matahari pasti akan tenggelam di barat, karena demikianlah saban harinya, meskipun saat ini jelas-jelas matahari masih di atas ubun-ubun.
Ok.
Kemudian juga coba perhatikan setiap bayi yang normal. Apakah suatu saat (jika tidak ada penyakit, cacat, atau kejadian luar biasa lain) dia nanti akan menjadi besar ? ya pasti. Kok bisa padahal dia masih kecil lho, beratnya baru 5 kilo, anda percaya nanti beratnya akan menjadi 20 kilo, kemudian 50 kilo, dan seterusnya ? Ya saya percaya. Kok bisa ? ya karena dari yang saya amati di alam memang seperti itu.
Tidak ada bayi kembali jadi embrio. Yang ada semakin besar dan suatu saat akan jadi orang dewasa. Semua fakta kejadian telah meyakinkan kita bahwa setiap bayi, jika tanpa kendala suatu saat pasti akan menjadi manusia dewasa, meskipun sekarang masih bayi.
Ok.
Kemudian juga amati diri kita, beranikah mengatakan bahwa anda nanti tidak akan mati ? Ya saya nanti pasti akan mati. Seperti apa ? ndak tau kejadiannya, tentu cara matinya sesuai yang ditakdirkan. Kok yakin anda akan mati ? ya yakin 100 %, karena sejak saya bisa membuka mata ini, semua orang juga pasti mati. Dan sudah nyata di dalam hati semua orang bahwa manusia dan semua makhluk hidup pasti akan mati.
Nah itulah yang disebut keimanan.
Walaupun anda belum mati, anda tetap saja yakin 100 % akan mati. Karena dari kebiasaan alam kita sudah bisa merasakan. Dari orang-orang sebelum kita yang semua mati, dan juga dari tubuh kita yang kita rasakan dimana semakin tua semakin lemah. Pada saatnya kita percaya pasti akan habis masanya. Semua kejadian kematian dan pendukungnya, telah mengarahkan kita bahwa kematian pasti akan menimpa kita meskipun sekarang kita masih hidup.
Sekarang fakta-fakta tersebut apa hubungannya dengan percaya kepada Nabi Muhammad dan mengimaninya ? Cobalah baca Al Qur'an, cobalah baca sejarah perjalanan hidup Nabi Muhammad. Apakah anda pernah mendapati sekali saja yang disampaikan Al Qur'an itu ada yang salah ? Apakah anda mendapati sekali saja dalam sejarah manusia sejak zaman Nabi Muhammad sampai dengan sekarang, orang yang berhasil membuat tandingan Al Qur'an ? Atau orang yang berhasil membuat satu surat saja yang lebih baik atau setara dengan Al Qur'an ? Apakah pernah anda dapati Nabi Muhammad pernah berdusta ? Jawabannya : tidak ada sama sekali.
Lalu mengapa anda tidak beriman dengan syariat yang dibawa Nabi Muhammad ? Bahwa nanti akan ada negeri akherat. Akan ada hari pertanggungjawaban dimana hanya iman atas syariat yang dibawa beliaulah yang akan menyelamatkan anda ? Konsistenlah teman.
Begitu banyaknya fakta yang sebelumnya terjadi dan tidak ada satupun yang membohongi, menyakinkan kepada kita bahwa kabar masa depan yang disampaikan Nabi Muhammad juga pasti akan terjadi. Jadi mengapa kita tidak beriman ?
Mengapa tidak beriman sama seperti keyakinan anda terhadap matahari yang nanti sore pasti akan tenggelam, keyakinan anda bahwa seorang bayi suatu saat pasti akan menjadi dewasa, dan keimanan anda bahwa kematian pasti akan datang pada setiap makhluk. ?