Menahan Amarah

Emosi adalah luapan perasaan atau gejolak jiwa yang diekspresikan dalam tingkah laku. Emosi dapat ditunjukkan dengan perasaan senang, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu. Semua orang tentu pernah mengalamai itu. Salah satu senjata setan untuk membinasakan manusia adalah marah. Dengan cara ini, setan akan mudah mengendalikan manusia. Karena marah, orang bisa dengan mudah mencaci maki, mengucapkan kalimat buruk, bercerai, bahkan saling membunuh. Marah adalah luapan emosi yang sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya.

 

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) memberi perhatian besar terhadap masalah ini hingga beliau bersabda dalam satu hadis: "La taghdob walakal Jannah (janganlah marah maka bagimu surga)."

 

Amarah yang dirasakan oleh manusia adalah wajar sebagai salah satu wujud emosi yang tampak ketika hati kita merasa diperlakukan tidak adil, atau ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak kita maupun tidak sesuai dengan aturan, serta nilai yang berlaku yang telah disepakati bersama. Penyebab marah bisa beragam dan umumnya disebabkan oleh frustrasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelecehan, curiga, dan ancaman.

 

"Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridloi, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridloi." (HR. Ahmad)

 

Ada beberapa cara untuk menghindari amarah atau mengontrol emosi marah di dalam diri, yaitu:

 

1. Mengucap istighfar
 

Ketika marah, perbanyaklah mengucap kalimat istighfar karena amalan istighfar dapat menenangkan hati dan pikiran sebagai alternatif cara mengendalikan emosi menurut Islam.

 

2. Berwudhu
 

Ketika marah, maka berwudhulah. Hal ini dikarenakan salah satu fungsi air adalah untuk mematikan api, termasuk api setan yang berkobar dalam hati kita dan berwujud dalam rasa amarah. Dalam sebuah hadis dari Urwah As-Sa'di radhiyallahu 'anhu yang artinya:
 

"Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu." (HR. Ahmad dan Abu Daud)

 

3. Memaafkan
 

Ketika marah dengan seseorang karena dikecewakan, disakiti dan lain sebagainya maka cara paling ampuh untuk mengurangi rasa marah tersebut yaitu dengan belajar memaafkan kesalahan orang lain yang dapat memicu emosi.

 

4. Menjaga lisan

 
Diam merupakan perbuatan mulia dan salah satu cara untuk mengantisipasi muncul luapan amarah. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda: "Jika kalian marah, diamlah." (HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairih).

 

5. Jangan menyimpan dendam
 

Manusia mungkin sering menyimpan dendam sehingga ketika marah semuanya akan terluapkan begitu saja sehingga kata-kata atau perbuatan yang dilakukan bisa menyakiti orang lain dan membuat penyesalan pada diri sendiri.