Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa orang akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak mungkin dan sedapat mungkin menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Hedonisme merupakan ajaran atau pandangan bahwa kesenangan atau kenikmatan merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.
Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hedonisme pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Hedonisme artinya seringkali dikaitkan dengan berfoya-foya.
Hedonisme adalah istilah yang sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yakni Hedone berarti kesenangan. Jadi, hedonisme adalah gaya hidup yang berfokus mencari kesenangan dan kepuasan tanpa batas.
Hedonisme artinya juga dapat diartikan pula sebagai pandangan hidup yang menganggap bahwa seseorang akan merasakan bahagia dengan cara mencari kebahagiaan sebanyak mungkin serta dengan cara bagaimana pun harus menghindar dari perasaan yang dapat membuatnya merasakan sakit.
Hedonisme membawa efek negatif, terutama bagi mental kita. Pasalnya, demi kesenangan, orang-orang akan berbuat segalanya untuk menuruti nafsu mereka. Hal ini kalau dibiarkan berlarut-larut, dapat sangat berbahaya nantinya.
1. Ingin Selalu Dihormati
Paham hedonimsme yang mengerogoti individu juga kan membuatnya merasa selalu ingin dihormati. Baginya kehormata berasal dari sejumlah harta yang dimiliki. Semakin banyak harta maka akan semakin dihormati. Budaya inilah yang mulai munck saat ini, dimana mereka yang memiliki jabatan dan kekayaan melimpah akan dihormati dibanding mereka yang biasa-biasa saja.
2. Menghilangkan Kepekaan Sosial
Tahukah anda, bahwa bahaya dari hedonisme yang lain ialah mengikis sifat kepekaan sosial. Dimana mereka yang memiliki paham ini, akan cenderung mementingkan kepentingan diri sendiri, dan enggan melihat apa yang dihadapi orang lain.
Rasa iba, dan kasihan seolah-olah tidak ia punyai lagi. Maka orang-orang yang seperti ini akan sangat di benci oleh Allah dan juga lingkungan masyarakatnya.
3. Memunculkan Sifat Narsistik
hedonisme memunculkan sifat narsistik. Narsistik adalah kondisi gangguan kepribadian di mana seseorang akan menganggap dirinya sangat penting dan harus dikagumi. Pengidap gangguan ini hampir selalu merasa dirinya lebih baik dibandingkan dengan orang lain. Pada beberapa kasus, orang dengan gangguan kepribadian narsistik diketahui selalu membanggakan pencapaiannya, padahal itu adalah hal yang biasa saja.
4. Kecanduan Berbelanja (Shopaholic)
Shopaholic adalah orang yang memaksakan diri untuk berbelanja dan mungkin merasa dirinya tidak memiliki kontrol atas perilaku tersebut. Dengan kata lain, seorang shopaholic dapat kita sebut menderita kecanduan berbelanja.
Orang yang tergolong sebagai shopaholic menjadikan belanja sebagai cara utama untuk mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan. Meski begitu, kesenangan yang didapat hanya bersifat sementara.
5. Foya-foya
Dalam islam berfoya-foya merupakan hal yang sama sekali tidak dianjurkan dan termasuk kedalam akhlaq yang tidak terpuji. Secara langsung pengaruh paham hedonisme akan berpengaruh pada imdividu dalam memanfaatkan uang yang diperoleh.
Mereka akan cenderung mengambur hamburkannya, karena bagi mereka kenikmata dan kesenangan dunia ialah segala-galanya.
Oleh karena itu, selalu tingkatkan kadar keimanan setiap waktu dengan cara bersyukur dan selalu mengingat akan kuasa Allah. Karena sesungguhnya rezeki, maut, dan jodoh telah digariskan oleh sang pencipta. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.